Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Airlangga kembali memperluas jejaring internasional melalui partisipasi dalam program Erasmus+ International Credit Mobility (ICM) yang diselenggarakan di Departamento de Eletrónica, Telecomunicações e Informática (DETI) dan Instituto de Engenharia Eletrónica e Informática de Aveiro (IEETA), Universidade de Aveiro, Portugal, pada 4–8 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Barry Nuqoba, S.Si., M.Kom., Ph.D selaku dosen Program Studi Sistem Informasi FST Universitas Airlangga berkesempatan melakukan berbagai aktivitas akademik, mulai dari presentasi riset, diskusi ilmiah, hingga pengajaran di lingkungan Universidade de Aveiro.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik internasional, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan jejaring riset antara Universitas Airlangga dan Universidade de Aveiro.

Hari Pertama: Pengenalan Lingkungan Akademik dan Diskusi dengan Mahasiswa PhD

Pada 4 Mei 2026, Barry memulai kunjungannya di Universidade de Aveiro dengan mendatangi International Office untuk melengkapi berbagai administrasi awal kunjungan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi IEETA dan bertemu dengan mahasiswa PhD bimbingan Professor António Neves, yaitu Lucia Souza.

Dalam kesempatan tersebut, Lucia Souza mengajak Barry berkeliling lingkungan Universidade de Aveiro sambil memperkenalkan berbagai aktivitas riset yang berlangsung di pusat penelitian IEETA serta kegiatan akademik di DETI. Setelah sesi pengenalan kampus, Lucia mempresentasikan studi doktoralnya dan dilanjutkan dengan sesi diskusi akademik. Pada sesi tersebut, Barry memberikan berbagai masukan dan perspektif terkait pengembangan studi yang sedang dikerjakan.

Hari Kedua: Berbagi Pengalaman Riset IoT dan Smart Aging

Pada 5 Mei 2026, Barry bertemu secara langsung dengan Professor António Neves dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi di hadapan mahasiswa magister bimbingan Professor António Neves.

Dalam presentasi tersebut, Barry memaparkan pengalaman risetnya saat menempuh studi PhD di Singapore Management University (SMU), khususnya terkait investigasi penerapan Internet of Things (IoT) untuk in-home monitoring system yang bertujuan mendeteksi dini nocturia dan kualitas tidur yang buruk pada lansia berusia 65 tahun ke atas yang tinggal sendiri di apartemen bersubsidi pemerintah Singapura. Riset tersebut berfokus pada bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara human-centered untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia melalui sistem monitoring yang pasif, unobtrusive, dan tetap menjaga kenyamanan pengguna.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari proyek SHINESeniors yang menginvestigasi penerapan passive dan unobtrusive in-home sensors untuk mendukung aging-in-place melalui community-based intervention.

Selain mempresentasikan riset, Barry juga berkesempatan mengikuti regular progress meeting mahasiswa-mahasiswa magister di DETI, di mana para mahasiswa memaparkan perkembangan proyek yang sedang mereka kerjakan.

Hari Ketiga: Presentasi Riset di Hadapan Peneliti IEETA

Pada 6 Mei 2026, Barry memperoleh kesempatan untuk melakukan presentasi di hadapan para profesor dan peneliti di IEETA.

Pada kesempatan tersebut, Barry memaparkan pengalaman risetnya selama studi doktoral, khususnya terkait pemodelan dan simulasi sistem sosial berbasis data menggunakan pendekatan causal discovery dan structural causal models (SCMs).

Presentasi tersebut menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi riset antara Grup Riset di Program Studi Sistem Informasi Universitas Airlangga dan IEETA Universidade de Aveiro. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang dalam bentuk joint research, publikasi internasional, maupun pertukaran akademik.

Hari Keempat: Mengajar Software Engineering di DETI

Pada 7 Mei 2026, Barry mendapatkan kesempatan untuk mengajar di tiga kelas mata kuliah software engineering di DETI.

Dalam sesi tersebut, Barry membagikan pengalaman risetnya saat menempuh studi PhD dari sudut pandang software engineering. Ia menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip software engineering seperti scalability, maintainability, sustainability, dan human-centered design menjadi dasar dalam pemilihan teknologi pada penelitian yang dilakukan. Dengan pendekatan tersebut, sistem yang dibangun tidak hanya unggul dari sisi teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomis, dan kebermanfaatannya bagi masyarakat.

Diskusi bersama mahasiswa berlangsung interaktif, terutama terkait bagaimana pengembangan teknologi modern harus tetap mempertimbangkan kebermanfaatan bagi manusia dan masyarakat.

Diskusi tentang Pembelajaran di Era AI

Selain kegiatan formal akademik, selama program berlangsung Barry dan Professor António Neves juga banyak berdiskusi secara informal mengenai tantangan dan peluang pembelajaran di era Artificial Intelligence (AI).

Salah satu momen yang berkesan adalah ketika Professor António Neves mengajak Barry makan siang di salah satu restoran di dekat kampus. Dalam suasana santai tersebut, keduanya berdiskusi mengenai pendidikan, budaya, karakter generasi muda, serta pentingnya membangun knowledge base yang kuat bagi mahasiswa.

Mereka bersepakat bahwa di tengah perkembangan AI yang sangat cepat, mahasiswa tetap perlu memiliki fondasi pengetahuan yang kuat agar mampu berpikir kritis, bijak dalam memanfaatkan teknologi, dan berkembang menjadi manusia seutuhnya. Diskusi tersebut menjadi salah satu momen reflektif yang memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi harus tetap diiringi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan.

Barry menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Professor António Neves beserta seluruh sivitas akademika DETI dan IEETA Universidade de Aveiro.

“Program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga, tidak hanya dalam aspek akademik dan penelitian, tetapi juga dalam memperluas perspektif mengenai budaya, nilai kehidupan, dan pentingnya kolaborasi internasional untuk kemajuan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Melalui program Erasmus+ ICM, diharapkan hubungan kerja sama antara Universitas Airlangga dan Universidade de Aveiro dapat terus berkembang, baik dalam bentuk pertukaran akademik, penelitian bersama, maupun pengembangan inovasi pendidikan di masa depan.

Program Erasmus+ sendiri merupakan inisiatif Uni Eropa yang mendukung mobilitas internasional di bidang pendidikan, pelatihan, pemuda, dan olahraga. Skema International Credit Mobility (ICM) memungkinkan dosen, mahasiswa, peneliti, dan tenaga kependidikan dari negara mitra di luar Eropa untuk melakukan kegiatan akademik di universitas-universitas Eropa.