SURABAYA, S1 SI UNAIR – Kebanggaan luar biasa kembali dirasakan oleh keluarga besar Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Airlangga (UNAIR). Salah satu mahasiswi terbaiknya, Prithalia Ibra Cardine, yang akrab disapa Ibra, resmi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR.

Bagi Ibra, meraih predikat sebagai wisudawan terbaik bukanlah target utama yang ia kejar secara ambisius. Sebaliknya, pencapaian tertinggi di tingkat fakultas ini ia pandang sebagai sebuah hadiah kelulusan yang manis, yang berhasil dicapai berkat limpahan dukungan dari berbagai pihak serta keberaniannya dalam menjalani proses pendidikan dengan dedikasi penuh.
Merasakan esensi perjuangan di bangku kuliah, Ibra mengutip salah satu kutipan mendalam dari filsuf Albert Camus: “There is no sun without shadow, and it is essential to know the night”. Melalui kutipan tersebut, ia merefleksikan bahwa ketika masa kedewasaannya diuji, ia meyakini manusia dibentuk oleh banyak peristiwa.
“Lots of things shaped me as a person. The lowest point of my life made me suffer, and the greatest time of my life does not always put me back on track,” ungkapnya secara mendalam saat memaknai arti kehidupan.
Menurutnya, kekuatan karakter sejati dibentuk oleh kesadaran penuh bahwa hidup adalah takdir yang harus diterima apa adanya, mulai dari penderitaan, cinta, kesepian, hingga kegembiraan.
Rekam Jejak Emas dan Keseimbangan Akademik
Ibra berhasil menyelesaikan studi sarjananya di Program Studi S1 Sistem Informasi dalam kurun waktu yang tergolong efisien, yaitu 3 tahun 9 bulan. Kelulusan tepat waktu tersebut kian sempurna dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sangat impresif, yakni 3,81. Capaian ini memberikan rasa kebanggaan tersendiri baginya, terutama karena ia percaya bahwa setiap proses yang dilalui dengan usaha keras dan kemandirian penuh pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Tidak hanya gemilang di ruang kelas secara akademis, rekam jejak Ibra selama berada di kampus dipenuhi oleh kontribusi nyata. Salah satu momen emasnya adalah saat ia diberikan kepercayaan besar dalam agenda internasionalisasi Program Studi dan Fakultas. Ibra diberikan amanah penting sebagai Ketua Duta Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta terlibat aktif dalam proses akreditasi internasional. Melalui keterlibatan aktif ini, ia berkesempatan dipertemukan dengan para dosen dan alumni hebat yang hingga kini menjadi panutan utamanya semasa menjalankan studi.
Bagi Ibra, esensi menjadi mahasiswa adalah mengenai keseimbangan pengalaman. “Pertemanan dan pengalaman (kelas formal, organisasi, magang, perlombaan, skripsi) yang saya dapatkan merupakan pencapaian yang sulit diukur, tapi akan sangat saya rindukan di tahun-tahun ke depan,” pungkasnya hangat.
Tanggung Jawab Moral dan Harapan Masa Depan
Menyandang gelar sebagai wisudawan terbaik dinilai Ibra sebagai sebuah awal dari babak baru, bukan akhir dari pencapaian. Ia memandang title ini sebagai sebuah tanggung jawab moral yang baru untuk menunjukkan kualitas pendidikan yang telah ia terima selama menjadi mahasiswa S1 Sistem Informasi UNAIR, baik melalui implementasi ilmu maupun perilaku nyata di masyarakat.
Menatap langkah ke depan, Ibra menyimpan sebuah impian mulia untuk almamaternya. Ia berharap suatu saat nanti bisa kembali ke program studinya sebagai seorang industry expert (pakar industri) dan bertemu kembali dengan para dosen yang telah mendidiknya hingga ke titik ini.
“Saya harap apa pun end-game pekerjaan saya nanti, saya dapat mempertanggungjawabkan kualitas dan moralitasnya,” tutup Ibra dengan penuh komitmen.
Segenap civitas akademika S1 Sistem Informasi Universitas Airlangga mengucapkan selamat dan sukses yang setinggi-tingginya kepada Prithalia Ibra Cardine, S.Kom. atas pencapaian luar biasa sebagai Wisudawan Terbaik S1 FST UNAIR. Semoga ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai Excellence with Morality yang diemban senantiasa membawa berkah dan kesuksesan di masa depan!
#S1SistemInformasiUNAIR #FSTUNAIR #WisudawanTerbaik #UnairNews #ExcellenceWithMorality